Kegiatan intrakurikuler di SD Negeri 2 Kekeri pada tahun pelajaran 2025/2026 merupakan pilar utama dalam struktur kurikulum yang dirancang secara komprehensif untuk mengantarkan seluruh peserta didik mencapai kompetensi yang tertuang dalam Capaian Pembelajaran (CP) melalui implementasi Kurikulum Merdeka yang inovatif dan adaptif. 

Dalam pelaksanaannya, sekolah ini mengadopsi Pendekatan Pembelajaran Mendalam yang berfokus pada kualitas interaksi edukatif, di mana setiap proses belajar diarahkan untuk menciptakan suasana yang berkesadaran, penuh makna, serta menggembirakan bagi anak didik, sehingga potensi kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan fisik dapat berkembang secara holistik melalui sinergi olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga yang seimbang. Struktur kurikulum diorganisasikan secara sistematis ke dalam tiga jenjang perkembangan, yakni Fase A yang diperuntukkan bagi kelas I dan II sebagai masa transisi dan fondasi literasi-numerasi dini, Fase B untuk kelas III dan IV yang mulai memperkenalkan konsep pengetahuan yang lebih luas, serta Fase C bagi kelas V dan VI sebagai tahap pemantapan kompetensi sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah. 

Spektrum mata pelajaran yang diajarkan mencakup inti pengetahuan dan karakter seperti Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, dan Matematika, yang kemudian diperkaya dengan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) mulai dari Fase B untuk membangun daya nalar ilmiah, serta ditunjang oleh pendidikan jasmani melalui PJOK dan ekspresi estetika dalam Seni Rupa. Tidak hanya terpaku pada kurikulum nasional, SD Negeri 2 Kekeri juga menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian nilai budaya daerah dan tantangan global melalui mata pelajaran Muatan Lokal berupa Bahasa Sasak yang merepresentasikan identitas lokal serta Bahasa Inggris sebagai bekal komunikasi internasional di masa depan. 

Dalam aspek pedagogis, para pendidik di sekolah ini menerapkan metode Student Center Learning yang menempatkan murid sebagai subjek aktif dalam pembelajaran, di mana guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong rasa ingin tahu dan kreativitas siswa melalui teknik diskusi, eksplorasi, dan pemecahan masalah. Keseluruhan proses pembelajaran ini dipantau dan dievaluasi melalui sistem asesmen yang variatif dan otentik, tidak terbatas pada tes tulis atau lisan semata, tetapi juga mencakup penilaian portofolio yang merekam jejak perkembangan anak, unjuk kerja yang memperlihatkan keterampilan praktis, serta pengerjaan projek-projek yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu, sehingga gambaran mengenai pencapaian belajar setiap siswa menjadi lebih utuh, adil, dan mampu memberikan umpan balik yang konstruktif bagi pengembangan diri peserta didik secara berkelanjutan di lingkungan SD Negeri 2 Kekeri.